Iklaskan hatimu seluas samudera. Berbaik hatilah
laksana angin yang membawa kebermanfaatan. Kembangkan layar dan mengembaralah
diantara samudera kehidupan. Biarkan ombak samudera lepas mengajarkan menjadi
sesosok pelaut kehidupan nan ulung. Beranilah memulai untuk tahu bagaimana
akhir kisahnya
Hari ini kamu sedang apa? Apakah
tengah baik-baik saja? Mungkin hatimu yang tengah tidak baik? Sudahlah tidak
usah terlalu baper dengan dunia. Dunia hanyalah tempat untuk singgah bukan
tempat untuk menetap.
Mulailah kembangkan layar dan
selamat berlayar di samudera kehidupan. Mengarungi deru ombak kehidupan yang
terus menerus menggetarkan keyakinan. Selamat para pejuang kehidupan,
berlayarlah dengan selamat hingga tujuan. Jangan terlenakan oleh keindahan
samudera kehidupan yang sifatnya fana. Carilah bekal akhirat sebanyaknya untuk
selamat hingga akhir pemberhentian.
Dunia tempatmu berlayar akan
senantiasa menyuguhkan berbagai hal pelik mengenai perjuangan dan kekuatan
iman. Imanmu akan senantiasa terombang-ambing diantara luasnya samudera. Kerap
kali ia tersungkur jatuh berkat deburan ombak yang begitu dasyat
memporak-porandakan. Namun, akan ada masanya layarmu kembali terkembang begitu
gagah merajai lautan. Nah, begitulah gambaran dunia. Kala diri tengah futur
berkat peliknya masalah dunia. Perlu diingat Allah SWT lebihlah besar dari
segala masalahmu di dunia.
Adakalanya pula layarmu berkembang
dengan begitu gagah. Kala itu imanmu kembali diuji. Akankah diri menjadi begitu
besar hingga mampu menyaingi kebesaran-Nya. Setinggi apapun jabatanmu, sekaya
apapun dirimu, sepandai apapun dirimu. Kita hanyalah butiran debu diluasnya
semesta. Kita ibarat nanopartikel diantara luasnya alam semesta. Tidak peduli
predikat terbaikmu didunia. Kita tetaplah hamba. Kita tetaplah partikel debris
di udara yang kasat mata. Betapa kecilnya kita? Lantas sebab apa hati melambung
dan melangit hingga lupa diri.
Hai pelaut ulung. Masih seberapa
tangguh kamu akan mengarungi samudera kehidupan. Jejak apa yang sudah kamu
tinggalkan? Kebaikan apa yang sudah kamu sebarkan? Masihkah sanggup untuk terus
berjuang tanpa batas hingga akhir perjuangan di dunia? Sudah pantaskah
mendapatkan predikat kekasih-Nya? Sudahkah pantas menjadi bagian dari penghuni
surga jika ikhtiar masihlah setengah hati ? Yuk menapaki. Melangkahlah terarah
agar tidak hanya lelah yang menyertai melainkan juga berkah dan keridhoan-Nya
yang senantiasa meliputi.
Komentar
Posting Komentar