Langsung ke konten utama

Selamat Berlayar


Iklaskan hatimu seluas samudera. Berbaik hatilah laksana angin yang membawa kebermanfaatan. Kembangkan layar dan mengembaralah diantara samudera kehidupan. Biarkan ombak samudera lepas mengajarkan menjadi sesosok pelaut kehidupan nan ulung. Beranilah memulai untuk tahu bagaimana akhir kisahnya

            Hari ini kamu sedang apa? Apakah tengah baik-baik saja? Mungkin hatimu yang tengah tidak baik? Sudahlah tidak usah terlalu baper dengan dunia. Dunia hanyalah tempat untuk singgah bukan tempat untuk menetap.
            Mulailah kembangkan layar dan selamat berlayar di samudera kehidupan. Mengarungi deru ombak kehidupan yang terus menerus menggetarkan keyakinan. Selamat para pejuang kehidupan, berlayarlah dengan selamat hingga tujuan. Jangan terlenakan oleh keindahan samudera kehidupan yang sifatnya fana. Carilah bekal akhirat sebanyaknya untuk selamat hingga akhir pemberhentian.
            Dunia tempatmu berlayar akan senantiasa menyuguhkan berbagai hal pelik mengenai perjuangan dan kekuatan iman. Imanmu akan senantiasa terombang-ambing diantara luasnya samudera. Kerap kali ia tersungkur jatuh berkat deburan ombak yang begitu dasyat memporak-porandakan. Namun, akan ada masanya layarmu kembali terkembang begitu gagah merajai lautan. Nah, begitulah gambaran dunia. Kala diri tengah futur berkat peliknya masalah dunia. Perlu diingat Allah SWT lebihlah besar dari segala masalahmu di dunia.
            Adakalanya pula layarmu berkembang dengan begitu gagah. Kala itu imanmu kembali diuji. Akankah diri menjadi begitu besar hingga mampu menyaingi kebesaran-Nya. Setinggi apapun jabatanmu, sekaya apapun dirimu, sepandai apapun dirimu. Kita hanyalah butiran debu diluasnya semesta. Kita ibarat nanopartikel diantara luasnya alam semesta. Tidak peduli predikat terbaikmu didunia. Kita tetaplah hamba. Kita tetaplah partikel debris di udara yang kasat mata. Betapa kecilnya kita? Lantas sebab apa hati melambung dan melangit hingga lupa diri.
            Hai pelaut ulung. Masih seberapa tangguh kamu akan mengarungi samudera kehidupan. Jejak apa yang sudah kamu tinggalkan? Kebaikan apa yang sudah kamu sebarkan? Masihkah sanggup untuk terus berjuang tanpa batas hingga akhir perjuangan di dunia? Sudah pantaskah mendapatkan predikat kekasih-Nya? Sudahkah pantas menjadi bagian dari penghuni surga jika ikhtiar masihlah setengah hati ? Yuk menapaki. Melangkahlah terarah agar tidak hanya lelah yang menyertai melainkan juga berkah dan keridhoan-Nya yang senantiasa meliputi.

Komentar