Langsung ke konten utama

Postingan

The Reason

Pernah tidak kita bertanya-tanya pada diri kita, mengapa ya aku ada di dunia? Mengapa ya ada kematian dan kehidupan? Dan pertanyaan-pertanyaan yang diawali dari kata “Mengapa atau WHY” Ternyata pertanyaan WHY inilah yang menjadi alasan kita untuk melakukan sesuatu. Dan alasan itulah sebagai tujuan kita. Ibaratnya tatkala kita hendak melakukan perjalanan kita akan merencanakan akan kemana tujuan kita, mengapa kita melakukan perjalanan itu. Jika sudah ditentukan maka kita tidak akan mudah tersesat dan tentunya akan lebih yakin dalam melakukan perjalanan. That’s a power of “WHY”.   Dan ternyata kita sebagai seorang Muslim harus memiliki strong WHY ini. Tujuannya agar apa? Agar hidup kita menjadi lebih terarah dan tidak mudah digoyahkan oleh sesuatu hal. Misalnya, mengapa sih kita harus sholat? Mengapa kita harus menutup aurat? Jika kita sudah mendapatkan jawaban akan pertanyaan pertanyaan itu, hati kita akan jauh lebih tenang dan lapang dalam menerima serta menjalaninya. Tentu saja, k...
Postingan terbaru

The Hidden Message

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.   QS . Ali  Imran ayat 191 S atu tahun lebih, dunia ini dilanda pandemi virus Covid-19. Hal ini menyebabkan kita terpaksa harus mengurangi mobilisasi dan tetap menjaga protokol kesehatan. K ita pula menjadi harus lebih banyak di rumah. B anyak hal yang terjadi, perubahan begitu drastis mungkin kita alami. T ak jarang juga harus tersapa dengan kesehatan mental yang seringkali menjadi permasalahan yang muncul ditengah-tengah masyarakat. T etapi, dari adanya pandemi ini tentu saja ada sesuatu yang ingin Allah sampaikan kepada kita. A da pesan tersembunyi dengan adanya pendemi ini. B ukankah dengan adanya pandemi ini kita menjadi tersadarkan bahwa tiada kuasa yang lebih agung melebihi Kuasa-Ny...

Renung

     Pada akhirnya waktu akan terus bergulir. Entah akan meninggalkan jejak kebaikan atau keburukan. Lambat laun kita akan sadari bahwa dunia ini hanyalah sementara. Segala pernak pernik kesenangan yang ada hanyalah semu semata. Kita melihat ada yang meninggal dan ada yang lahir ke dunia. Itulah waktu amat singkat dirasa. Tatkala kemarin kita masih menjadi bocah yang lugu ternyata hari ini sudah menjadi seorang manusia dewasa yang akan dipikulkan amanah yang lebih dari sebelumnya.      Namun, hingga detik ini kira-kira bagaimana terkait target kehidupan kita? Hingga sejauh ini sudahkah kita maknai tujuan kita hidup di dunia. Tatkala manusia mulai berambisi untuk mendapatkan dunia, bukankah hati sesekali ingin juga melakukannya. Tapi, kerap kali ia diingatkan untuk tidak terarus dalam keadaan. Sebab pada hakikatnya semakin dunia dikejar maka ia akan semakin menjauh bukan? Ibarat kita mengejar bayangan. Maka, kita perlu arah agar hidup kita tak mudah teromban...

Manusia Spesial Itukah Kamu?

          K ehidupan ini ialah sebuah pilihan. Apakah kita akan beriman atau kafir setelah Allah berikan tanda-tanda kebesaran-Nya yang dapat kita indera? Sama halnya apakah di dunia ini kita ingin memberikan warna atau terwarnai? Sangat sedikit sekali diantara manusia yang cenderung memilih jalan yang sulit. Jalan yang mengambil risiko lebih besar. Jalan yang konsekuesinya akan ada effort atau usaha yang lebih. Hingga pada akhirnya manusia justru lebih memilih terarus oleh kenikmatan dunia yang sifatnya fana. Ketika kita disuguhkan dua pilihan yaitu menjadi manusia yang biasa saja atau istimewa. Kira kira kita akan memilih yang mana? Tentu saja pastilah semestinya kita ingin menjadi manusia yang istimewa. Tapi akan muncul pertanyaan berikutnya. Jika memang demikian. Apakah kita mau menerima konsekuensi atas pilihan kita. Tunggu dulu sobat. Ketika kita ingin menjadi manusia yang istimewa tentu saja ada konsekuensi yang tidak mudah juga. Ibaratnya ketika...

Selamat Berlayar

Iklaskan hatimu seluas samudera. Berbaik hatilah laksana angin yang membawa kebermanfaatan. Kembangkan layar dan mengembaralah diantara samudera kehidupan. Biarkan ombak samudera lepas mengajarkan menjadi sesosok pelaut kehidupan nan ulung. Beranilah memulai untuk tahu bagaimana akhir kisahnya             Hari ini kamu sedang apa? Apakah tengah baik-baik saja? Mungkin hatimu yang tengah tidak baik? Sudahlah tidak usah terlalu baper dengan dunia. Dunia hanyalah tempat untuk singgah bukan tempat untuk menetap.             Mulailah kembangkan layar dan selamat berlayar di samudera kehidupan. Mengarungi deru ombak kehidupan yang terus menerus menggetarkan keyakinan. Selamat para pejuang kehidupan, berlayarlah dengan selamat hingga tujuan. Jangan terlenakan oleh keindahan samudera kehidupan yang sifatnya fana. Carilah bekal akhirat sebanyaknya untuk selamat hingga akhir p...