(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali Imran ayat 191
Satu tahun lebih, dunia ini dilanda pandemi virus Covid-19. Hal ini menyebabkan kita terpaksa harus mengurangi mobilisasi dan tetap menjaga protokol kesehatan. Kita pula menjadi harus lebih banyak di rumah. Banyak hal yang terjadi, perubahan begitu drastis mungkin kita alami. Tak jarang juga harus tersapa dengan kesehatan mental yang seringkali menjadi permasalahan yang muncul ditengah-tengah masyarakat.
Tetapi, dari adanya pandemi ini tentu saja ada sesuatu yang ingin Allah sampaikan kepada kita. Ada pesan tersembunyi dengan adanya pendemi ini. Bukankah dengan adanya pandemi ini kita menjadi tersadarkan bahwa tiada kuasa yang lebih agung melebihi Kuasa-Nya? Kita benar-benar hanyalah seorang manusia yang lemah. Bahkan menghadapi virus yang tak kasat mata kita amat kepayahan dan kesulitan. Jika kita telusur berita virus yang dalam kajian mikrobiologi masih diperdebatkan apakah makhluk hidup atau bukan ini mampu menyebabkan dunia benar-benar kolaps. Hingga kini bahkan mutasinya juga amatlah cepat mulai dari varian Alpha, Beta, Gamma, dan Omicron. Sedangkan kecanggihan teknologi di dunia medis pun belum mampu mengimbangi.
Sungguh apa daya, manusia yang lemah ini. Tetapi dibalik semua ini Allah selipkan pesan hikmah didalamnya. Sebab, pastilah setiap hal yang datang dalam hidup kita pasti akan selalu ada hikmah selepasnya dan tidaklah semua diciptakan dengan sia-sia.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” QS. Ar Rum ayat 41
Ujian ini memang datangnya dari Allah agar kita kembali ke jalan yang benar. Merenungi segala hal yang sudah diperbuat selama hidup di dunia. Serta selalu mengkoneksikan segala sesuatu dengan kekuasaan Allah. Disanalah kita semakin yakin akan tanda-tanda kebesaran Allah
Jika kita kembali merenungi ujian ini, sudahkah kita menemukan the hidden message dari Allah. Bukan hanya satu atau dua bahkan bisa melebihinya. Maka semestinya kita mensyukuri setiap apa yang hadir dalam hidup kita karena pastilah ada hikmah didalamnya.
Dan pesan terpenting dari pandemi ini adalah kita telah jauh dari-Nya barangkali maka saatnya kembali. Kembali mendekatkan diri kepada-Nya. Membenahi semuanya selagi masih ada sisa waktu serta mentaubati dosa-dosa. Sebab, setiap ujian itu terjadi karena diri kita sendiri yang pantas mendapatkannya. Barangkali dosa kita yang menggunung atau hati yang tengah jauh dari Pemiliknya.
Jika dilihat disekitar kita, betapa banyak ajaran Islam yang dicampakkan dan dihinakan, betapa banyak hinaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam suri teladan kita, betapa banyaknya kemaksiatan yang terjadi dimasyarakat kita, dan masih banyak lagi. Lantas, akankah kita sudah bersuara akan hal itu -menyuarakan Islam atau masih diam terpaku?
Saatnya kembali dan membenahi. Telah jauh dunia ini dari fitrahnya yakni Islam. Maka, saatnya kita berjuang bersama. Menyuarakan kembali Islam ditengah-tengah masyarakat. Kita yang mesti berbenah dan membenahi. Tidak bisa hanya diam begitu saja. Sebab, kita juga akan merasakan kemurkaan dari Allah jika kita memilih diam dari adanya kemungkaran yang terjadi. I think we are not fine, now. So, it's time to speak up!
Inilah “The Hidden Message” itu, “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu” QS. Al Baqarah ayat 208
Tidak ada waktu kita untuk menunda taat kepada-Nya. Sebab kematian tak akan menunggu hingga kita taat. Tetapi semestinya kita harus selalu taat hingga Allah mengatakan saatnya kembali.
Maka, jika hari ini kita masih diberikan kesempatan oleh-Nya berarti tandanya Allah ingin kita memperbaiki sesuatu yang masih rumpang dalam hidup kita. Hingga saat kembali nanti kita berada dalam keadaan yang setaat-taatnya. Maka selagi kita masih diberikan kesempatan untuk terus berikhtiar jangan redupkan ikhtiar kita. Optimalkan peran kita di dunia. Ada cita-cita tinggi yang perlu kita perjuangkan dan ada bekal kembali yang harus kita kumpulkan dengan kesungguhan.
Semangat berproses, semoga ujian dari Allah ini menjadi pengingat diri untuk kembali kepada-Nya serta selalu taat segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan mengoptimalkan segala ikhtiar yang kita mampu.
Wallahu a’lam
Referensi:
https://tafsirweb.com/1323-surat-ali-imran-ayat-191.html
https://tafsirq.com/30-ar-rum/ayat-41
Komentar
Posting Komentar